Mantagisme

Bangka Belitong Negeri Laskar Pelangi

Posted in PENDIDIKAN by maknaih on May 14, 2008

Dari Talk Show Andrea Hirata

Pengarang tetralogi novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata, merespons mencanangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai “Negeri Laskar Pelangi” dan sekaligus sebagai ikon budaya Bangka Belitung. Penetapan ikon “Negeri Laskar Pelangi” itu diharapkan mampu menaikkan image Bangka Belitung.

Menurut Andrea, penamaan Negeri Laskar Pelangi itu, bermula dari pertemuannya dengan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru-baru ini.

“Saya senang akan ide ini dan saya sumbangkan karya saya Laskar Pelangi untuk Bangka Belitong yang sedang membangun image. Soal membangun image ini diceritakan Gubernur Bangka Belitong kepada saya waktu kami berjumpa baru-baru ini,” kata Andrea pada Metro Bangka Belitung di Pangkalpinang.

Dijelaskannya, pemakaian nama Laskar Pelangi sebagai ikon budaya Bangka Belitung tanpa perlu dibayar sepeserpun. Gratis. Tak perlu dibayar, tak perlu diberi kompensasi apapun. “Silakan otoritas Bangka Belitong dan masyarakat Bangka Belitong menggunakan Laskar Pelangi dalam berbagai bentuk guna membangun citra positif Bangka Belitong. Dan itu cuma-cuma,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Yan Megawandi, Ketua Bappeda Provinsi Kepulaun Bangka Belitung saat pembukaan acara “Talk Show Bersama Andre Hirata” di Aula Kantor Gubernur Bangka Belitung, Senin, 18 April 2008 lalu. Acara ini dihadiri ratusan guru-guru dari SMA dan SMP, serta peminat tulis menulis di Bangka Belitung.

Menurut Megawandi, yang saat itu hadir mewakili Gubernur, kahadiran novel tetralogi Laskar Pelangi yang telah menjadi perbicangan banyak orang di Nusantara dan juga mancanegara, sedikit banyak telah melambungkan nama daerah Bangka Belitung itu sendiri. “Nama daerah ini menjadi terkenal. Karena setting cerita di Belitong,” katanya. Novel Laskar Pelangi merupakan buku mega best seller dan buku terlaris dalam sejarah sastra Indonesia. Kini buku yang semula hanya ditulis Andrea sebagai “kado” untuk ibu Muslimah Hafsari, guru dari 10 murid yang dijulukinya “Laskar Pelangi”, menjadi fenomenal dan menginspirasi banyak orang. Buku ini meledak di pasaran.

“Maka, Bapak Gubernur meminta kepada Andrea Hirata untuk “merelakan” nama Laskar Pelangi dijadikan ikon budaya Bangka Belitong. Selain disebut sebagai Negeri Serumpun Sebelai, sejak saat sekarang ini Bangka Belitong disebut juga Negeri Laskar Pelangi,” kata Megawandi dan disambut gemuruh peserta talk show.

Prihatin Dunia Pendidikan

Namun demikian, sepanjang talk show itu, karena audiens guru-guru, Andrea lebih banyak bicara tentang dunia pendidikan, yang menurutnya, kondisinya lebih parah dan mencemaskan.

Ia mengatakan, salah satu penyebab tidak berhasilnya pendidikan di Bangka Belitong karena guru dan muridnya tidak percaya diri,” katanya seraya menyebutkan, ia lebih suka menyebut Belitong ketimbang Belitung yang sudah diindonesiakan.

Dalam riset kecil yang dilakukannya di Belitong, tempat kelahirannya, tentang kualitas pendidikan serta korelasinya dengan kehidupan orangtua siswa sepanjang 5 tahun terakhir. Secara ekonomi orang Belitong makin kaya. Indikasi ini dilihat dari demikian banyak orangtua yang mampu mengirim anaknya untuk kuliah ke Jawa. Tentu saja indikasi ini harus dianalisis lebih lanjut. Namun, di sisi lain, jumlah anak-anak Belitong yang mampu menembus perguruan tinggi negeri dari tahun ke tahun makin berkurang. Kesimpulan kasar dari situasi ini adalah masyarakat Belitong makin hari makin makmur, namun tingkat intelektualitas lajunya tak secepat laju ekonomi rupanya.

“Tingkat kelulusan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tidak sampai 10 persen dari jumlah ikut tes PTN. Ini menunjukkan, orangnya semakin kaya tapi bodoh,“ katanya.

Kondisi lingkungan menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di Pulau Belitong dan juga Pulau Bangka. “Anak-anak lebih tertarik ke TI daripada sekolah. Dan TI memberikan banyak uang kepada mereka,” ujar Andrea.

Selain menyoroti soal pendidikan, Andrea juga memaparkan proses kreatif dan bagaimana mengembangkan gagasan ke dalam sebuah tulisan. Beberapa guru mengeluhkan sulitnya menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan. Untuk itu, Andrea menyarankan agar terus berlatih menulis dan terus membaca karya-karya orang lain. “Sekolah untuk mengarang itu tidak ada. Semua berdasarkan kemauan dalam diri,” sarannya.

Acara yang dipandu Salman itu, menjadi menarik karena setiap penanya diberi hadiah berupa sovenir dan buku. Selain, itu beberapa orang peserta juga didaulat membacakan puisi yang ada dalam novel Laskar Pelangi, termasuk sastrawan Ian Sanchin. Talk show ini meriah tapi bernas. (M-007/M-103/M-104)

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Raja Huta said, on June 8, 2008 at 3:14 am

    Ajakan untuk semua blogger Indonesia, dan bagi siapa saja yang mensyukuri karunia Tuhan berupa keindahan Danau Toba, keunikan Taman Nasional Komodo, dan fenomena Gunung Krakatau :

    ayo ramai-ramai berikan suara dukungan (vote secara online) supaya ketiga obyek wisata nasional yang kita banggakan itu menang dalam pemilihan sedunia yang akan menentukan Tujuh Keajaiban Alam.

    Saat ini, ketiga obyek wisata Indoenesia itu masih terseok-seok di papan tengah di antara 77 kontestan dari seluruh dunia. Sedihnya, kita masih kalah dari Singapura dan Malaysia.

    Info selengkapnya, klik link ini :

    http://tobadreams.wordpress.com/2008/06/06/dukung-danau-toba-agar-masuk-tujuh-keajaiban-alam/

    terima kasih

  2. Anonymous said, on June 18, 2008 at 8:29 am

    Slamat Ulang Tahun Mak Naih.
    Kami di Padangpanjang alah lamo Bana ingin mandapek undangan dari mak naih.
    kato Pak sarul” alah patuik di sambuik pakai tari galombang..”
    semoga sukses…

  3. qolbi said, on August 4, 2008 at 7:48 am

    taragak ambo jo kanda, baa kabar kini?, lai takana ambo?…(tim majalahsaga dulu). web ambo qolbi.wordpress.com.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: